Kerjasama Bisnis TG:@LIUO9527
Posisi saat ini: Rumah / Pesan / Andre Rosiade Cup Jilid II Digelar, Berharap Timnas Indonesia Tidak Bergantung Pemain Naturalisasi pada 2034

Andre Rosiade Cup Jilid II Digelar, Berharap Timnas Indonesia Tidak Bergantung Pemain Naturalisasi pada 2034

Penulis:Wartawan Olahraga Tanggal:2025-08-31 16:30:02
Dilihat:1 Pujian
Turnamen usia muda Andre Rosiade jilid II. (Bola.com/Dok.Istimewa).

Bogor - Penasihat Semen Padang, Andre Rosiade, kembali menggelar turnamen level usia dengan namanya sebagai titel. Dia berharap kejuaraan itu dapat melahirkan bibit-bibit untuk masa depan Timnas Indonesia.

Andre Rosiade Cup jilid II berlangsung di ASIOP Training Ground, Sentul, Kabupaten Bogor, pada Sabtu (30/8/2025) yang diikuti 80 peserta berisikan 1.200 pemain.

Andre mengaku tidak anti-naturalisasi, tetapi meminta PSSI untuk membenahi sepak bola di akar rumput dan menjaga impian pemain muda yang berangan-angan membela Timnas Indonesia.

"Saya punya keyakinan kalau kita serius mengurus kompetisi usia muda, membenahi kompetisi liga satu, kompetisi liga satu kita bebas mafia, berkualitas dan professional, akan memunculkan pemain Timnas Indonesia yang tangguh sehingga kita tidak perlu lagi 2034 pemain-pemain naturalisasi," ujar Andre.

"Itulah yang harus menjadi prioritas PSSI, bukan memikirkan naturalisasi. Pada 2026 dan 2030 saya memahami butuh naturalisasi karena memang ada disparitas kita. Namun, mohon maaf 2034 dan seterusnya saatnya anak-anak Indonesia. Ini masih ada kesempatan sembilan tahun lagi."

"PSSI harus bikin kompetisi kelompok umur untuk memastikan pemain kita dari U-16 dan U-17 sampai ke senior punya fasilitas kompetisi kelompok umur. Kalau kompetisi yang sehat dan berjenjang kita siapkan, kita tidak akan kalah lawan Jepang dan Korea ke depannya," jelasnya.

 

Kompetisi Usia Muda

Pembukaan Andre Rosiade Cup Jilid 2

Andre menganggap Indonesia tidak mempunyai kompetisi usia muda yang berjenjang. Dia membandingkan dengan Korea Selatan dan Jepang yang dinilainya memiliki turnamen level usia yang terintegrasi hingga senior.

"Itulah beda kita dengan Korea dan Jepang. Mungkin di U-16 dan U-17 kita bisa mengalahkan Korea dan Jepang tapi di senior kenapa kita kalah? Karena di Jepang dan Korea punya kompetisi kelompok umur yang mengasah U-16 dan U-17 mereka untuk sampai di tingkat senior. Ini yang harusnya dibenahi PSSI ke depan supaya 2034 dan seterusnya kita tidak lagi bergantung mencari pemain naturalisasi," ucap Andre.

Sementara itu, Andre berencana untuk kembali menggelar turnamen usia muda yang disponsori Bank Mandiri itu pada Oktober 2025, namun dengan pengurangan jumlah kontestan demi penyelenggaraan yang lebih baik

"Alhamdulillah acara lancar. Tadi ada 1.200 lebih anak yang hadir sebagai peserta dan ada 3.000 orangtua juga yang hadir jadi begitu ramai acara hari ini," tutur Andre.

"Insyaallah kita akan adakan 25 Oktober 2025 di Andre Rosiade Cup kilid 3 di ASIOP Training Ground. Kemungkinan 80 tim yang ikut hari ini kita kurangi menjadi 60 tim supaya pemakaian lapangan lebih optimal, sehingga pelayanan kita jauh lebih baik ke depan," ungkapnya.


6 Kali dalam Setahun

Andre berkeinginan untuk menyelenggarakan turnamen level usia minimal enam kali dalam setahun. Pada akhir November 2025, ia berniat untuk membawanya ke Sumatra Barat (Sumbar), tanah kelahirannya.

"Sebagai anggota DPR RI mewakili Sumbar, Insyaallah di akhir November 2025 saya juga akan upayakan turnamen ini akan diselenggarakan di Sumbar. Nanti kita akan evaluasi juga, karena permintaan dari berbagai daerah itu banyak," kata Andre.

"Ini kita lagi mempertimbangkan. karena kan ada aspek banyak hal, pertama ketersediaan waktu dan ketersediaan dana sponsor. Insyaallah secara bertahap, kalua enam kali setahun kita akan upayakan tiga kali di Jabodetabek, dan tiga kali di luar Jabodetabek," terangnya.

Komentar

Kirim komentar
Galat kode pemeriksaan, silakan masukkan kembali
avatar

{{ nickname }}

{{ comment.created_at }}

{{ comment.content }}

IP: {{ comment.ip_addr }}
{{ comment.likes }}