
Jakarta - Pelatih Madura United, Angel Alfredo Vera, kecewa berat dengan keputusan wasit saat timnya takluk 0-1 dari Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Sabtu kemarin.
Totok Fitrianto yang menjadi pengadil alias wasit di pertandingan ini, dianggap tak becus. Madura United menderita hukuman penalti, yang pada akhirnya menjadi pembeda laga.
Dalam situasi tendangan sudut, terjadi duel antara Ruxi dan Tim Receveur. Setelah melihat tinjauan VAR, Totok lantas memberikan penalti untuk Serdadu Tridatu.
Keputusan tersebut sontak membuat tim tamu berang. Menurut Vera, duel yang terjadi masih dalam batas wajar dalam permainan sepak bola.
"Kami tidak tahu apa yang terjadi di kotak penalti. Saling pegang itu hal biasa di sepak bola. Kalau mau seperti itu, setiap kontak harusnya jadi penalti," kecamnya.
Fenomena pemain diaspora Timnas Indonesia yang berbondong-bondong meramaikan Super League 2025/2026 jadi sorotan. Dalam konferensi pers terbaru, pelatih Dewa United memberikan komentarnya terkait situasi ini.
Gagal Manfaatkan Keunggulan Pemain

Madura United tampil gagah di pertandingan. Agresivitas Bali United mampu diredam setidaknya hingga satu jam permainan.
Beberapa kali serangan balasan mereka juga mengancam. Terutama setelah Joao Ferrari diusir wasit pada menit ke-80. Tetapi, hingga akhir, skor tetap tak berubah.
"Kami sudah tahu mereka akan main seperti itu dan kita mau manfaatkan dalam situasi counter. Kami cari gol di menit terakhir, ada beberapa kesempatan tetapi tidak bisa bikin gol," sesal Vera.
Fokus Laga Selanjutnya

Sementara itu, bek Madura United, Novan Setya Sasongko, memilih fokus ke pertandingan selanjutnya. Apalagi setelah timnya menderita kekalahan kedua musim ini.
FIFA Matchday akan menghentikan kompetisi sekitar 10 hari. Madura United kemudian akan menjamu Bhayangkara FC di Gelora Madura Ratu Pamellingan, Pamekasan (12-9-2025).
"Kami mendapatkan beberapa kali peluang, cuma kurang beruntung saja. Harus segera bangkit dan fokus match selanjutnya," tandasnya.